"Mamah, kenapa kau tidak membangunkan ku.. aku berharap ini semua mimpi.. mimpi buruk yang hanya sesaat.."
"Mamah dimana kau berada, aku ingin kau menemukanku, menemaniku dan mendekapku............. lalu berkata 'semua akan baik-baik saja nak ..."
Tetapi malam itu mamah tidak membangunkan nadia, dan tidak juga mendekap nadia..
Nadia merasa sendiri.. Terlihat tangannya sedikit gemetar dan langkahnya sedikit bimbang ..
Tersirat makna yang tak sempat terungkapkan .. Apakah itu dia, orang yang selama ini nadia bangga-banggakan ... apakah itu dia seorang panutan atas kebimbangan jalan hidup nadia ... apakah itu dia
Apakah itu dia ..........???
Apa yang harus nadia lakukan mah...
Tersenyum atau menangis ..
malam itu di gelapnya kota tua .......
.
..
Nadia berusaha berdiri ..
Nadia berusaha tak menangis .. berusaha melupakan dan berusaha tersenyum ..
Baru nadia sadari bahwa kini, nadia sendiri ..
Meratapi nasib tak ada gunanya, karena kini senyumnya bukan untuk Nadia ....................
..
..
Dia itu seperti bintang dilangit ,, terkadang terang dan terkadang gelap ...
Disaat terang nadia merasa sangat penuh dengan harapan-harapan ..
tetapi disaat gelap,, nadia merasa sangat putus asa ..
Kenapa malam ini gelap,
kemana perginya bintang yang selama ini menerangi nadia ..
Nadia tidak dapat melihat bintang, maka nadia tidak punya harapan ..
Dia itu seperti bintang dilangit ,, terkadang terang dan terkadang gelap ...
Disaat terang nadia merasa sangat penuh dengan harapan-harapan ..
tetapi disaat gelap,, nadia merasa sangat putus asa ..
Kenapa malam ini gelap,
kemana perginya bintang yang selama ini menerangi nadia ..
Nadia tidak dapat melihat bintang, maka nadia tidak punya harapan ..
Nadia harap bintang itu tak kan pernah datang lagi ..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar