Jumat, 29 Oktober 2010

Nadia Part 3

"Kenapa Tuhan masih meghadirkannya di dalam mimpi ku.. Kenapa Tuhan .."
Terdengar suara isak tangis seorang gadis yang masih saja terperangkap di dalam gelapnya malam. Ia tersesat di gelapnya malam, karena cahaya yang biasa di pancarkan oleh bintang itu telah lama pergi....
..
..
..
Nadia terbangun oleh mimpi buruk yang masih saja mengingatkannya kepada seorang pria yang sangat dicintainya...
..
..
Apa yang harus nadia lakukan saat ini, nadia tak mengerti begitu berat rasanya. Nadia hanya bisa mengingatnya, kini dia telah hilang. hanya kenangan yang mungkin tersisa.
..
..

Minggu, 24 Oktober 2010

Nadia Part 2

Saat pagi menjelang nadia tak beranjak juga dari tempat tidurnya, hari ini mamah membangunkannya dari mimpi buruk yang sedang menghantuinya. Nadia tidak pernah menceritakan kejadian-kejadian yang dialami olehnya, bukan karena tak berani atau malu tetapi karena ia tak ingin membuat mamah khawatir...Nadia sayang mamah ..
..
..
Kejadian di kota tua itu .. Membuat nadia mengerti dan menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada yang sempurna .. semua itu semu dan hanya mimpi belaka ..
..
..
"Tersirat penyesalan yang ingin dilakukan, karena Nadia belum sempat melepas rindu bersamanya.. dan tidak sempat berkata apa-apa kepadanya.. dia hanya meninggalkan air mata yang dapat berbicara .."
..
..
Air mata ini sudah tidak dapat di bendung lagi,,
Nadia ingin menangis bukan karena nadia ingin menunjukan senjata terampuh nadia , nadia menangis bukan karena nadia ingin di kasihani dan juga bukan karena nadia lemah .. tapi karena nadia sudah tidak mampu lagi untuk berpura-pura menjadi gadis yang kuat ..
..
..
..

Sabtu, 23 Oktober 2010

Nadia ..

"Mamah, kenapa kau tidak membangunkan ku.. aku berharap ini semua mimpi.. mimpi buruk yang hanya sesaat.."

"Mamah dimana kau berada, aku ingin kau menemukanku, menemaniku dan mendekapku............. lalu berkata 'semua akan baik-baik saja nak ..."

Tetapi malam itu mamah tidak membangunkan nadia, dan tidak juga mendekap nadia..
Nadia merasa sendiri.. Terlihat tangannya sedikit gemetar dan langkahnya sedikit bimbang ..
Tersirat makna yang tak sempat terungkapkan .. Apakah itu dia, orang yang selama ini nadia bangga-banggakan ... apakah itu dia seorang panutan atas kebimbangan jalan hidup nadia ... apakah itu dia
Apakah itu dia ..........???
Apa yang harus nadia lakukan mah...
Tersenyum atau menangis .. 
malam itu di gelapnya kota tua .......
.
..
Nadia berusaha berdiri ..
Nadia berusaha tak menangis .. berusaha melupakan dan berusaha tersenyum ..
Baru nadia sadari bahwa kini, nadia sendiri ..
Meratapi nasib tak ada gunanya, karena kini senyumnya bukan untuk Nadia ....................
..
..
Dia itu seperti bintang dilangit ,, terkadang terang dan terkadang gelap ...
Disaat terang nadia merasa sangat penuh dengan harapan-harapan ..
tetapi disaat gelap,, nadia merasa sangat putus asa ..
Kenapa malam ini gelap, 
kemana perginya bintang yang selama ini menerangi nadia ..
Nadia tidak dapat melihat bintang, maka nadia tidak punya harapan ..
Nadia  harap bintang itu tak kan pernah datang lagi ..
..
..
..
..
..
..
..